"Migunani Marang liyan,Ora Gawe Kapitunaning Liyan,Marsudi Luhur Ing jiwo"
Tampilkan postingan dengan label hidmah amaliah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hidmah amaliah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 11 Agustus 2010


AMALIYAH TQN..., AMALKAN SAJA!
Kira-kira sudah 25 tahun saya belajar tentang Tarekat Qodiriyah Naqsyabandiyah dari Pangersa Abah Anom dan mengamalkannya. Dari waktu tersebut, sudah banyak rintangan, cobaan, hambatan yang pernah saya alami. Tapi, alhamdulillah, berkat karomah Pangersa Abah, saya dapat melewatinya dengan penuh kesabaran sambil terus melaksanakan amaliah TQN berupa Dzikrullah, khataman, manaqiban, mengamalkan Tanbih dalam kehidupan sehari-hari dan lain-lain. Tentu saja semua itu harus diiringi dengan kekuatan iman, keikhlasan, keyakinan dan kesabaran seperti sabarnya Nabi Ayub As.
Pertama : Kalimat Laa ilaaha Ilallah (dzikir Jahar yang kita amalkan), pada mulanya diletakkan oleh Allah (tertulis) pada tiang tiang 'Arsy dan tidak ada satupun makhluk yang diciptakan oleh Allah kecuali ruhnya berdzikir dengan Laa Ilaaha Illallah. Karena kalimat Laa Ilaaha Illallah itu tidak lain merupakan huruf ALIF, LAM, LAM, HA (ALLAHU). Karena itu talqin dzikir (khofi) yang telah diisikan oleh Pangersa Abah atau Wakil Talqin yang telah ditunjuk oleh beliau, merupakan sesuatu perkara yang amat besar. Dalam suatu hadits disebutkan Laqqiinuu mautaakum laa ilaaha illallah. Ajarkanlah orang yang akan (hampir) mati dengan laa ilaaha illallah. Hadits ini jangan diartikan kepada orang yang sedang menghadapi sakaratul maut tapi yang akan mati itu adalah kita sendiri.
Laa ilaaha illallah memberikan kekuatan kepada kita sebagai muslim, laa ilaaha illallah menghubungkan kita langsung kepada Allah, laa ilaaha illallah memfanakan diri kita dari dunia yang akan kita tinggalkan, laa ilaaha illallah yang menjamin diri kita masuk surga, laa ilaaha illallah sebagai kekuatan umat Islam seperti yang diajarkan selama 12 tahun di Mekkah oleh Rasulullah Saw. Bilal bin Rabah telah mencontohkan kepada kita bagaimana kekuatan kalimat tersebut meskipun siksaan-siksaan didapatinya tapi dia tetap berkata, Ahadun, ahad, Allahu, Allah ... Kita harus mempunyai keyakinan yang sempurna dengan kalimat tersebut. Karena banyak yang mengucapkan kalimat tersebut tapi tidak bisa sampai kepada Allah. Sayyidina 'Alipun diajarkan oleh Nabi tentang hal tersebut sebagai suatu cara yang paling dekat, paling cepat, paling mudah, paling unggul untuk dekat kepada Allah. Dzikir inilah sebagai benteng kita untuk menghadapi setiap permasalahan kehidupan dunia. Dengan penuh kesabaran, keimanan, kegungan kalimat ini, hadapilah semua permasalahan itu sehingga timbul kesadaran bahwa kita adalah makhluk dan Allah adalah Khaliq.
Kedua Khatam atau khataman. Sebagai murid, hendaknya tidak perlu bertanya kepada Mursyid tentang amaliyah yang diperintahkan olehnya untuk mengamalkannya. Dzikir, amalkan saja, Khataman, amalkan saja, makaqiban amalkan saja, Tanbih amalkan saja. Kalau kita lihat isi dari khataman tersebut, maka akan tampak bahwa didalamnya terdapat sesuatu perkara dunia yang tersirat tapi tidak tersurat. Misalnya Allahumma yaa qoodiyal Haajaat. Banyak hajat dunia yang ingin kita penuhi, tapi dalam khataman tersebut cukup itu saja yang disampaikan kepada Allah, meskipun pendek tapi penuh dengan makna. Begitulah orang-orang yang telah berma'rifat kepada Allah menyampaikan hajatnya. Tidak perlu kita tambah dengan hal-hal lain. Cukup saja dengan Allahumma yaa qoodiyal Haajaat. Dan seterusnya. Dengan mengamalkan khataman, berarti kita telah menghubungkan diri dengan para nabi, para malaikat, para khulafaur rosyidin, para sholihin, para 'ulama, orang tua kita, kaum muslimin dan lain-lain. Meskipun kalimat-kalimat dalam khataman pendek-pendek, tapi bisa mengadung seribu makna. Karena itu, amalkan saja! Itulah yang saya rasakan selama 25 tahun mengamalkannya. Jangan lupa kuncinya adalah sabar. Insya Allah dengan berkah dzikir dan khataman setiap permasalah hidup yang kita hadapi akan diberikan jalan keluar oleh Allah.
Ketiga Manaqiban. Meskipun didalamnya terdapat bermacam-macam karomah Syekh Abdul Qodur Jailani yang berada diluar kebiasaan manusia, kita harus percaya, jangan agu-ragu, karena itulah karomah. Di dalam al-Qur'anpun bermacam-macam keluarbiasaan dari seorang manusia yang telah dimuliakan oleh Allah bisa kita baca seperti dalam kisah Ashabul Kahfi, kisah Siti Maryam dan lain-lain. Mereka bukanlah Rasul yang diberikan mu'jizat tapi hanya seorang yang telah dimuliakan oleh Allah dengan karomahnya dengan berkahnya. Syekh 'Abdul Qodir Jailani sampai berani mengatakan, barang siapa yang ingin berhubungan denganku, ingin aku sampaikan kepada Allah permohonanmu, maka ucapkanlah : Bismillaahi, 'alaa niyyati sayyidi syekh 'abdul Qodir Jailani. Jauh-jauh kita datang ke Suryalaya ini untuk mengikuti Manaqib Syekh Abdul Qodir Jailani, tidak lain untuk mendapatkan berkah dari Pangersa Abah dan Syekh Abdul Qodir Jailani.
Yakinkanlah, dengan mengamalkan dzikir, khataman, manaqiban dan amal shaleh yang lain baik secara lahiriyah maupun batiniah, maka Allah akan mengabulkan hajat-hajat kita. Amalkan dengan ikhlas dan bersabarlah.
Disampaikan oleh Ustadz Haji Ali Mohamed dalam acara manakib di Masjid Nurul AsrorPonPes Suryalaya
Sumber :www.suryalaya.org

Hidmah Amaliah Manakib

Minggu malam tanggal 08-08-2010 bertepatan pelaksanaan manakib bulanan di Majlis Dzikir Al Mubarok kavling Serpong,setelah sholat Asyar berjama’ah di teruskan manakib di rumah Bpk Ruslan Taroni yang rutin dilaksanakan tiap bulan sebelum manakib di Majlis Dzikir Al Mubarok.
Hujan turun deras mengguyur daerah serpong dan sekitarnya ,sehingga para ikhwan dan akhwat yang hadir basah kuyup karena ke hujanan di perjalanan, bahkan untuk daerah Cisoka ,Bojong gede hujan turun lebih awal dari pada di serpong.
Namun hujan tidak menjadi halangan para ikhwan untuk tetap hdir dalam rangka hidmat amaliah mengerjakan apa yang di contohkan dan di anjurkan oleh Guru Mursyid.
Menjelang sholat isya’hujan berhenti,dan para ikhwan sibuk mempersiapkan gelaran untuk jama’ah sholat isya’ karena memang di Mushola tidak cukup untuk menampung jama’ah .
Setelah sholat isya ,Dzikir ,sholat sunah lidaf’il bala’,khotaman,tiba gilirn makan malam bersama dngan menu khas Al Mubarok ,yaitu soto ayam yang menambah suasana hangat dan akrab sesama ikhwan apalagi waktu itu cuaca agak dingin karena habis di guyur hujan.
Petugas mankib kali ini adalah : Protokol oleh Bpk Sugandi dari Gondrong ciledug Tangerang,Pembacaan ayat suci Al Qur’an oleh Bpk Ridwansyah dari Sepatan Tangerng,Tanbih di bacakan oleh Bpk Asun Suryadi dari Komplek Pondok Benda Pamulang,Tawasul di imami oleh Bpk Sungkono dari Suradita ,Mankobah di bacakan oleh Bpk H.Mursyidi MM dari Jakarta .
Ceramah manakib oleh Bpk Ustadz Sholeh Maskub dari Jakarta .
Manakib kali ini selain di hadiri oleh aktifis aktifis Al Mubarok dari berbagai tempat ,juga banyak “wajah wajah baru” yang baru kenal atau baru mengerti adanya kegiatan manakib di Malis Dzikir Al Mubarok.
Dalam ceramahnya Bpk Ustadz Sholeh maskub berpesan “mari kita amalkan dzikir yang telah kita semua dapatkan ,karena dzikir yang tidak di awali dengan talqin (belajar) pada Ahlinya akan kurang terasa manfaatnya bagi kita semua,dan perlunya toleransi terhadap mereka yang masih belum seneng dengan amaliah dzikir yang kita amalkan .

Rabu, 28 Juli 2010


Sholat malam Nisfu Sya'ban di Majlis Dzikir Al Mubarok

Alhandulillah…………..para jama'ah serentak mengucapakan kalimah Tahmid tersebut setelah salam terakhir ,pada saat melaksanakan sholat sunah di malam Nisfu Sya'ban di Majlis Dzikir Al Mubarok yang di imami oleh Bpk Ruslan Taroni ,sesepuh sekaligus komandan Majlis Dzikir tersebut .
Walaupun sampai jam 21.30 malam baru selesai namun para jama'ah nampak tetap semangat dan penuh kekhusyu'an melaksanakan Sholat yang dilaksanakan oleh para Ikhwan dan Akhwat Thoriqoh Qodiriyyah Wan Naqsyabandiyyah PonTren Suryalaya di malam pertengahan bulan Sya'ban .
Sholat malam Nisfu Sya'ban di Majlis Dzikir tersebut selalu di penuhi oleh para Ikhwan dan Akhwat dari aktifis aktifis Majlis Dzikir Al Mubarok dari berbagai daerah ,ada yang dari Cisoka ,Parung Panjang,Lengkong wetan ,Ciledug,Kalideres,Grogol.Jembatan lima,Bojong Gede ,Jelupang,
Cadas Mapar dan sekitar Majlis Dzikir tersebut.
Malam pertengahan bulan Syaban adalah malam "tutup buku"amalan kita setahun dan sekaligus malam pertama untuk tahun berikutnya dengan harapan pada tahun berikutnya akan lebih baik dari tahun yang sekarang sebagaimana do'a yang di ucapakan pada malam itu adalah: : "Ya Allah! Tuhan yang membangkitkan dan tak ada yang sanggup membangkitkan kecuali Dia, ya Tuhan yang Maha Luhur dan Agung dan yang Maha Pemurah memberi nikmat-nikmat. Tidak ada Tuhan yang lain melainkan Engkau yang menolong orang-orang yang memohon pertolongan dan melindungi orang-orang serta mengamankan dari sekalian yang dikhawatirkan dan ditakuti.
Ya Allah andai kata telah ditakdirkan di sisi Mu akan daku dalam buku Azaly, bahwa aku celaka dan sedikit rezeki, terusir dan diharamkan akan daku maka hapuskanlah (apa-apa yang tercatat/tertulis dalam buku Azaly itu) dengan kemurahan-Mu. Dan tetapkanlah di sisi-Mu dalam buku Azaly itu (tukarkanlah akan keadaan di azalyku itu) dengan kebahagiaan lagi memperoleh rezeki yang dipergunakan untuk kebaikan, sesungguhnya Engkau berkata dan kata-kata-Mu adalah benar; sebagaimana tercantum di dalam Kitab-Mu yang Engkau turunkan atas lisan Nabi-Mu yang diutus (Muhammad saw.), "Yakni dihapuskan Allah barang yang dikehendakinya (perkataan/pernyataan yang menyimpang) dan ditetapkan-Nya di sisi-Nya di Azaly".
Ya Allah dengan keagunganMu pada malam Nisfu Sya'ban yang mulia / berkat ini, yang memisahkan kepadanya tiap-tiap perkara/keadaan dan urusan yang tepat dan yang dipastikan, hindarkan ya Allah kami dari bala'i/musibah yang kami ketahui dan yang tidak kami ketahui dan Engkaulah yang lebih mengetahui dengannya, sesungguhnya Engkau Maha Agung dan Pemurah ". Washallallahu 'alaasayyidina Muhammadin wa alaa aalihii washohbihii wasallam. Walhaldulillahi robbil 'alamiin
Sumber :www.suryalaya.org.
Setelah selesai sholat di lanjutkan Khotaman dan Tawasul-an karena pada malam itu berbarengan ada ikhwan yang hajat Lidaf'il Bala' dan sekaligus syukuran Empat bulan usia kandungan Ibu Rustini (Umul Mubarok) .
Ditutup dengan makan bersama dengan menu ayam kampung kreasi team dapur yang di komandani langsung oleh Umi Al Mubarok.

Selasa, 20 Juli 2010

Shalat Nisfu Sya'ban (Shalatul Khoir)

Jumat, 16 Juli 2010 11:02 Abdul Latif

Shalat Khoir ini dikerjakan pada malam ke lima belas bulan Sya’ban sebanyak 100 rakaat (2 rakaat-2 rakaat). Pada tahun ini bertepatan dengan tanggal 26 Juli 2010. Shalat Nisfu Sya’ban boleh dimulai sejak ba’da Maghrib. Tiap-tiap satu rakaat membaca Al-Fatihah dan Surat Al-Ikhlas 10 kali. Setiap dua rakaat satu salam, maka total 50 kali salam dan total srat al-ikhlas yang dibaca dalam 100 rakaat adalah 1000 kali.
Ulama salaf mengerjakan shalat Syaban ini dan memberi nama sholat ini Shalatul Khoir. Sulthonul Awliya Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani juga mengerjakan sholat Khoir ini.
Telah diriwayatkan dari Sayyidina Hasan Rohimahullah bahwasanya telah menceritakan tiga puluh sahabat Nabi kepadaku, “Barangsiapa yang melaksanakan sholat Nisfu Syaban pada malam ini Allah akan memandang padanya dengan 70 pandangan dan Allah emberikan padanya setiap pandangan 70 kebutuhan, yang paling dekat adalah maghrifoh Allah swt”.
Niat Shalat Nisfu Syaban / Shalat Khoir:
Ushalli sunnatan nishfu syaban rakataini lillahi taala Allahu Akbar
(atau) Ushalli sunnatal khoir rakataini lillahi ta'ala Allahu Akbar
(atau) Ushalli sunnatal muthlaqi rakataini lillahi ta'ala Allahu Akbar
Adapun shalat yang kewarid di dalam Nisfu Syaban banyaknya 100 rakaat, 1000 Qulhuwallahu ahad. Shalat ini diberi nama Shalatul Khair yakni shalat yang sebaik-baiknya.
Niat shalat nisfu Syaban pilih diantara 3 yang diatas. Kalau ragu haditsnya pilih saja niat yang ketiga (Sunnah Muthlaq), Karena sunnah muthlaq boleh dilakukan kapan saja, tanpa ada batasannya dan tidak terikat oleh waktu.
Bagi yang tidak mau mengerjakan sholat ini juga tidak apa apa. Asal jangan menyalahkan karena shalat ini dikerjakan juga oleh Sultonul Awliya Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani dan banyak para Wali dan para ahli thariqah mengerjakannya.
Sumber :www.tqn-jakarta.org