"Migunani Marang liyan,Ora Gawe Kapitunaning Liyan,Marsudi Luhur Ing jiwo"

Rabu, 04 September 2013


YANG LUPUT DARI SEJARAH TENTANG SYAIKH ABDUL QADIR AL-JAILANI
oleh Badru Salam 
Disarikan dari Ceramah : 
Prof. Dr. Syaikh Mohammed Fadhil al-Jailani al-Hasani
(cucu Syaikh Abdul Qodir Jailani ke-25 yang juga Mursyid Qadiriyah Alawiyah)
Acara     : Milad PP Az-Zainiyyah Selabintana Sukabumi
Tanggal : 18 Juni2013
Sekilas Tentang Syaikh Fadhil

Selama 30 tahun lebih, Syaikh Fadhil berkeliling dunia untuk melacak jejak karya-karya kakeknya, Syaikh Abdul Qadir al-Jailani. Ia mendatangi sekitar 67 perpustakaan besar di dunia untuk melacak jejak karya-karya Kakeknya dan usahanya berbuah manis.

"Saya telah mencapai ke-41 judul kitab SyaikhAbdul Qadir al-Jailani dan 32 manuskrip tertulis di antaranya telah diperoleh," ujar Syaikh Fadhil yang juga menelusuri karya kakeknya hingga ke perpustakaan di Vatikan. Di perpustakaan itu, ia juga menemukan manuskrip-manuskrip karya Kakeknya.

Minggu, 25 Agustus 2013


 Gus Mat,(Salah seorang Penggagas berdirinya Mushola Al Mubarok)tengah bawah Mashuri ,cucu dari Gus Mat,bawah Ruslan Taroni dan keluarganya ..

Kamis, 22 Agustus 2013

Dahsyatnya Sholawat
Shalawat dan salam marilah kita sanjungkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad saw dan keluarga, sahabat-sahabat serta para pengikutnya.

Ada empat perbuatan ringan yang apabila kita lakukan, maka kita termasuk golongan orang yang tidak terpuji.

1. Seseorang yang membuang air kecil sambil berdiri, 2. Seseorang yang mengusap dahinya sebelum selesai dari shalat, 3. Seseorang yang mendengar adzan tetapi ia tidak menirukan seperti apa yang diucapkan muadzin, 4. seseorang yang apabila mendengar nama Nabi Muhammad Saw disebut, tetapi tidak membacakan shalawat atasnya.
Sabda Nabi Muhammad Saw:
 “Empat perbuatan termasuk perbuatan yang tidak terpuji, yaitu (1) bila seseorang buang air kecil sambil berdiri, (2) seseorang yang mengusap dahinya sebelum selesai dari shalat, (3). Seseorang yang mendengar adzan tetapi ia tidak menirukan seperti yang diucapkan muadzin, (4) seseorang yang apabila mendengar namaku disebut, tetapi ia tidak membacakan shalawat atasku. (HR. Bazzar dan Tabhrani)

Selasa, 30 Juli 2013

-Al-qur'an adalah kitab suci umat islam ... al-qur'an selain kitab suci ialah sebagai penuntun manusia untuk mengerjakan perintah dari allah SWT.

Sejarah Turunnya Al-Qur'an 
- Setiap tahun pada tanggal 17 Ramadhan orang islam di dunia selalu memperingati Nuzulul Qur'an. Dimana pada bulan ramadhan merupakan bulan diturunkannya al-qur'an atau Nuzulul Qur'an. Perlu kiranya kita mempelajari sejarah, sebagai upaya untuk menambah keteguhan iman kita kepada Allah SWT dan kitab Allah berupa al-Qur'an. Seperti yang pernah awalmula.com baca; " Bila kita tidak mengetahui sejarah, maka kecenderungan akan mengulangi sejarah seperti masa lalu ketika terjadi pemalsuan al-Qur'an pada masa-masa awal mula islam ". Maka dari itu pada kesempatan yang baik ini, awalmula.com berbagi sejarah awal mula Nuzulul Qur'an, bagaimana al-Qur'an diturunkan, bagaimana pula para ulama menjaga al-Qur'an dari masa ke masa, serta pelajaran apa yang dapat kita ambil dari sejarah turunya al-Qur'an tersebut.
Istilah turunnya al-Qur'an berasal dari kata "nazala, yanzilu nazlan" yang artinya turun. Sedangkan nuzul al-Qur'an adalah turunnya al-Quran kepada Nabi Muhammad SAW.

Selasa, 16 Juli 2013

Hikmah dan Cara Dzikir La Ilaha Illallah
Salah satu dzikir yang paling utama adalah kalimat La ilaha Illallahلاإله إلاالله  yang artinya tiada Tuhan yang pantas disembah kecuali Allah swt. Begitulah pesan Rasulullah saw kepada Sayyidina Ali Karramallahu Wajahah, ketika beliau secara pribadi memohon agar diberikan dzikir khusus yang lebih berat dari dunia seisinya, dan lebih mudah mendekatkan diri kepada Allah swt.
Maka Rasulullah saw pun menjawab,”Jangan begitu Saudaraku Ali, bahwa ucapan yang paling utama yang aku ucapkan dan juga diucapkan nabi-nabi sebelumku adalah La ilaha Illallah
”أفضل ماقلت أنا والنبيون من قبلي لاإله إلاالله
Demikianlah Rasulullah saw memberikan ijazah dzikir لاإله إلاالله kepada sayyidina Ali yang kemudian diturunkan kepada para sahabat, tabi’in dan tabiut tabi’in hingga kepada kita semua. Karena sesungguhnya kalimat لاإله إلاالله menyimpan berbibu hikmah bahkan juga dunia seisinya.
Dalam salah satu hadits riwayat sahabat Anas disebutkan
مَنْ قَالَ لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ وَمَدَّهَا هُدِمَتْ لَهُ أَرْبَعَةُ آلافِ ذَنْبٍ مِنَ الْكَبَائِرِ“
Sesungguhnya barang siapa membaca kalimat Tauhid لآ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ dan memanjangkannya, maka baginya akan dihapus empat ribu macam dosa besar”.

Selasa, 09 Juli 2013

Syekh Abdul Qadir Al-Jailani saat Umat Saling Mengkafirkan
Negeri Baghdad sedang mengalami kekacauan. Umat Islam terpecah belah. Para tokoh Islam menjadikan khutbah Jum’at sebagai ajang untuk saling mengkafirkan. Di saat bersamaan, seorang Abdul Qadir Al-Jailani muda diamanati oleh gurunya, Syekh Abu Sa’ad Al-Muharrimi untuk meneruskan dan mengembangkan madrasah yang telah didirikannya.
Syekh Abdul Qadir Al-Jailani lalu berpikir bahwa perpecahan di antara umat Islam adalah akar masalah pertama yang harus segera disikapi, ilmu pengetahuan tidak pada posisinya yang benar jika hanya digunakan sebagai dalih untuk saling menyesatkan di antara sesama saudara.
Di tengah kegelisahannya atas keadaan umat Islam pada saat itu, Syekh Abdul Qadir Al-Jailani berniat untuk menemui setiap tokoh dari masing-masing kelompok, niat memersatukan umat Islam tersebut ia lakukan dengan sabar dan istiqomah, meskipun hampir dari setiap orang yang dikunjunginya justru menolak, mengusir, atau bahkan berbalik memusuhinya.

Senin, 17 Juni 2013

PERKEMBANGAN KEBUDAYAAN DAN AGAMA ISLAM DI INDONESIA
Perkembangan islam di indonesia – Agama Islam masuk ke Indonesia dimulai dari daerah pesisir pantai, kemudian diteruskan ke daerah pedalaman oleh para ulama atau penyebar ajaran Islam. Mengenai kapan Islam masuk ke Indonesia dan siapa pembawanya terdapat beberapa teori yang mendukungnya. Untuk lebih jelasnya silahkan Anda simak uraian materi berikut ini

Proses Masuk dan Berkembangnya Agama dan Kebudayaan Islam di indonesia
Proses masuk dan berkembangnya agama Islam di Indonesia menurut Ahmad Mansur Suryanegara dalam bukunya yang berjudul Menemukan Sejarah, terdapat 3 teori yaitu teori Gujarat, teori Makkah dan teori Persia. Ketiga teori tersebut di atas memberikan jawaban tentang permasalah waktu masuknya Islam ke Indonesia, asal negara dan tentang pelaku penyebar atau pembawa agama Islam ke Nusantara.
Untuk mengetahui lebih jauh dari teori-teori tersebut, silahkan Anda simak uraian materi berikut ini.