Lebaran 2019
Zawwiyyah Thoriiqoh Qoodiriyyah Naqsyabandiyyah PonTren Suryalaya ,Tasikmalaya ,Jawa Barat.
"Migunani Marang liyan,Ora Gawe Kapitunaning Liyan,Marsudi Luhur Ing jiwo"
Kamis, 18 Juli 2019
Kamis, 14 Februari 2019
Album lawas
Kepada ikhwan dan sobat dumay di mana saja berada “hususnya dari desa Mandala ,Majenang Cilacap ,mohon pertolongannya , beberapa tahun terakhir ini, Saya kehilangan kontak dengan Nama : WAKUN nama istri Watini anak pertamanya bernama : Al Hasan (Posisi rumah samping musholla ) dulu tinggal dan kerja di Serpong ,Tangsel dan aktif di musholla Kami (Al Mubarok Serpong )
Untuk yang tahu mintakan nomor hpnya atau kasih nomor saya :081316155531. Agar segera menghubungi saya atau sebaliknya ,agar kita bisa menjalin silaturahmi kembali .
Ketemu terakhir di Suryalaya beberapa tahun yang lalu sampai sekarang blm ada kabar ,sebelum dan sesudahnya saya ucapkan terima Kasih atas bantuannya .
Rabu, 13 Februari 2019
Senin, 11 Februari 2019
Rabu, 06 Februari 2019
Kamis, 24 Januari 2019
Sabtu, 19 Januari 2019
Album Al Mubarok
K.H Wahfiudin Sakam MBA (wakil Talkin TQN PP Suryalaya),Bpk Sugandi ,Protokol Manakib di Majlis Dzikir Musholla Al Mubarok Serpong .
Sabtu, 12 Januari 2019
Kamis, 10 Januari 2019
Kamis, 26 Juli 2018
Sabtu, 20 Januari 2018
Sabtu, 03 Juni 2017
Sabtu, 01 Oktober 2016
Mbah Dimyati
Mbah Dimyathi
Santri Hadratussyekh Hasyim Asy'ari
dari Seda
KH Dimyathi bin KH Muslim adalah salah satu ulama lahir
sekitar tahun 1880 di Rembang, Jawa Tengah, dari keluarga sederhana namun tegas
dalam hal agama. Tak diketahui secara pasti kapan persisnya Mbah Dimyathi,
sapaan akrabnya, dilahirkan. Putra pertama dari KH Muslim dan Mbah Siti Jiddah
ini memiliki satu saudara kandung bernama KH Ma'shum.
Sejak kecil kedua orang tuanya begitu keras dalam mendidik agama. Terbukti dengan riwayat pendidikan yang dijalani Mbah Dimyathi di beberapa pesantren ternama, di antaranya pesantren Sarang, Jombang dan juga pernah belajar di Makkah.
Di sisi lain, ulama alim yang satu ini juga memiliki peranan penting dalam penyebaran Islam di wilayah Kecamatan Sedan, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Beliau sering melakukan perjalanan ke desa-desa untuk memberikan nasihat dan syiar agama Islam. Masyarakat yang didatangi beliau pun terkagum-kagum karena enaknya bahasa beliau yang digunakan dalam penyampaian nasihat tersebut. Saat melakukan perjalanan beliau menggunakan dokar (delman) sebagai kendaraannya.
Sejak kecil kedua orang tuanya begitu keras dalam mendidik agama. Terbukti dengan riwayat pendidikan yang dijalani Mbah Dimyathi di beberapa pesantren ternama, di antaranya pesantren Sarang, Jombang dan juga pernah belajar di Makkah.
Di sisi lain, ulama alim yang satu ini juga memiliki peranan penting dalam penyebaran Islam di wilayah Kecamatan Sedan, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Beliau sering melakukan perjalanan ke desa-desa untuk memberikan nasihat dan syiar agama Islam. Masyarakat yang didatangi beliau pun terkagum-kagum karena enaknya bahasa beliau yang digunakan dalam penyampaian nasihat tersebut. Saat melakukan perjalanan beliau menggunakan dokar (delman) sebagai kendaraannya.
Kamis, 22 September 2016
Bismillahirrohmanirrohim
Bismillahirrohmanirrohim
Dengan Nama
Alloh Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang, Sabda Rosululloh Muhammad SAW
(Shollallohu'alaihi Wasallam):
"Adalah Jibril apabila datang kepadaku, yang pertama diberikannya kepadaku ialah Bismillahirrohmanirrohim" (Darulquthni dan Ibnu Umar r.a.).
"Adalah Jibril apabila datang kepadaku, yang pertama diberikannya kepadaku ialah Bismillahirrohmanirrohim" (Darulquthni dan Ibnu Umar r.a.).
Dari Anas
bin Malik bersabda Nabi Muhammad SAW:
"Itulah isim dari asma Alloh Tidak lain antara ia dengan nama Alloh 'Akbar' seperti putih mata dengan hitamnya. Begitulah dekatnya".
"Ismullohil-A'zhom ialah Alloh Apakah engkau tidak lihat bahawasanya pada semua pembacaan Al-Quran dimulai dengan Bismillahirrohmanirrohim sebelum menyebut nama-nama Alloh yang lain". (Riwayat Imam Bukhari dari Jabir).
"Itulah isim dari asma Alloh Tidak lain antara ia dengan nama Alloh 'Akbar' seperti putih mata dengan hitamnya. Begitulah dekatnya".
"Ismullohil-A'zhom ialah Alloh Apakah engkau tidak lihat bahawasanya pada semua pembacaan Al-Quran dimulai dengan Bismillahirrohmanirrohim sebelum menyebut nama-nama Alloh yang lain". (Riwayat Imam Bukhari dari Jabir).
Demikianlah
jawaban Rosululloh Muhammad SAW ketika ditanya oleh Utsman Ibnu Affan ra
berkenaanBismillah. Sabda Baginda s.a.w. lagi, dari Abu Na'im dan Ibn Sunni
dari Siti Aisyah ra:
"Ketika turun Bismillahirrohmanirrohim mengucap tasbihlah gunung-gunung hingga dapat mendengar para penduduk Mekah dan sekitarnya. Lalu mereka berkata: 'Rupanya Muhammad yang menyihir gunung-gunung itu'. Kemudian Alloh bangkitkan awan hingga meneduhkan penduduk Mekah".
"Ketika turun Bismillahirrohmanirrohim mengucap tasbihlah gunung-gunung hingga dapat mendengar para penduduk Mekah dan sekitarnya. Lalu mereka berkata: 'Rupanya Muhammad yang menyihir gunung-gunung itu'. Kemudian Alloh bangkitkan awan hingga meneduhkan penduduk Mekah".
Sabtu, 18 Juni 2016
AJARAN KETIGAPULUH EMPAT
Sungguh
mengherankan, jika kamu membuat Tuhanmu murka, menyalahkan-Nya atau mengatakan
bahwa Dia tidak adil, merendahkan pemberian atau menyingkirkan marabahaya.
Tidakkah kamu mengetahui bahwa setiap kejadian atau peristiwa itu telah
ditetapkan masanya dan setiap marabahaya itu telah ditetapkan temponya yang
tidak boleh ditangguhkan atau dipercepat: Masa bahaya tidak dapat ditukar
dengan masa aman dan masa aman pun tidak dapat ditukar dengan masa huru-hara.
Oleh karena itu, hendaklah kamu bersopan-santun, diam dan jangan banyak bicara,
bersabar, berserah diri sepenuhnya dengan tulus ikhlas kepada-Nya, menyesuaikan
kehendakmu dengan kehendak-Nya dan bertobat kepada Allah karena kesalahan yang
telah kamu perbuat.
Manusia
dan mahlukalah yang tunduk takluk kepada Allah, dan bukannya Allah yang tunduk
takluk kepada manusia dan mahluk. Kembalilah kepada manusia untuk meminta
kepadanya, dia akan memberikan permintaannya, tetapi tidak musti Allah akan
memberi permintaan hamba-hamba-Nya. Kembalilah kepada Allah, baik Dia akan
mengabulkan maupun tidak mengabulkan permintaan hamba-hamba-Nya. Dia-lah Yang
Maha Agung dan Maha Kaya, dan Dia-lah Yang Maha Berdiri Sendiri, tanpa
mempunyai sekutu. Dia menjadikan sesuatu dan Dia menentukan kebaikan atau
kejahatan. Dia mengetahui awal dan akhir serta tujuan mahluk. Allah Yang Maha
Tinggi dan Maha Agung itu Maha Bijaksana di dalam berbuat dan Maha Tegas di
dalam membuat peraturan, tidak ada yang berlawanan di dalam perbuatan-Nya itu.
Dia tidak menjadikan sesuatu dengan sia-sia atau tanpa tujuan. Pekerjaan-Nya
bukan merupakan permainan. Tidaklah wajar, jika di dalam perbuatan-Nya itu
terdapat cacad atau cela, karena Dia Maha Bijaksana dan Maha Tahu. Hendaklah
kamu bersabar menanti, jika kamu belum dapat menyesuaikan dirimu dengan Dia,
belum dapat menunjukkan penyerahanmu kepada-Nya dan mem-fana’-kan dirimu
kepada-Nya, sampai takdir Illahi datang pada tempo yang telah cukup dan masa
bertukarpun telah datang bagaikan siang berganti malam atau musim panas
berganti musim dingin.
Selasa, 14 Juni 2016
Pengertian Tata Cara Rabitah Dalam Tarekat
Rabithah dalam pengertian bahasa(lughat)
artinya bertali, berkait atau berhubungan. Sedangkan dalam pengertian istilah
thareqat, rabithah adalah menghubungkan ruhaniah murid dengan ruhaniah
guru,Guna mendapatkan wasilah dalam rangka perjalanan menuju Allah. Syaikh
Mursyid adalah Khalifah Allah dan Khalifah Rasulullah. Mereka adalah wasilah
atau pengantar menuju Allah. Jadi tujuan murobith adalah memperoleh
wasilah.Rabithah antara murid dengan guru biasa adalah transfer of knowledge ,
yakni mentransfer ilmu pengetahuan, maka rabithah antara murid dengan guru
mursyid adalah transfer of spiritual, yakni mentransfer masalah-masalah
keruhanian. Di sinilah letak perbedaannya. Kalau transfer of knowledge tidak
bisa sempurna tanpa guru, apalagi transfer of spiritual yang jauh lebih halus
dan tinggi perkaranya, maka tidak akan bisa terjadi tanpa guru mursyid.
Selasa, 24 Februari 2015
Kisah Nabi Sembuhkan Kebutaan Lewat
Mimpi
Dirinya sungguh tak menyangka bakal sembuh dengan cara
istimewa. Semula orang laki-laki ini sehari-hari diliputi gelap karena kondisi
matanya yang sama sekali tak dapat melihat. Dalam kebutaan tersebut, hanya satu
dalam dirinya yang menyala sangat terang: semangat untuk sembahyang berjamaah.
Kitab Kifayatul Atqiya’ wa Minhajul Ashfiya’mengisahkan, laki-laki buta itu biasa berjalan menuju masjid tanpa dipandu tongkat selayaknya penyandang tunanetra pada umumnya. Jatuh cintanya yang amat pada shalat jamaah telah meruntuhkan rasa khawatir akan celaka akibat sikap pasrahnya itu.
Namun musibah tak bisa ditolak. Suatu hari laki-laki tersebut terjatuh di jalan hingga kepalanya terluka. Perjalanan menuju masjid gagal. Ia harus dibawa kembali ke rumah untuk istirahat.
Sudah jatuh tertimpa tangga. Di rumah, laki-laki buta yang kini batok kepalanya terluka itu malah mendapatkan “semprot” dari istrinya.
“Beginilah akibatnya. Padahal, shalat jamaah itu tidak wajib!” sergah istrinya.
Kitab Kifayatul Atqiya’ wa Minhajul Ashfiya’mengisahkan, laki-laki buta itu biasa berjalan menuju masjid tanpa dipandu tongkat selayaknya penyandang tunanetra pada umumnya. Jatuh cintanya yang amat pada shalat jamaah telah meruntuhkan rasa khawatir akan celaka akibat sikap pasrahnya itu.
Namun musibah tak bisa ditolak. Suatu hari laki-laki tersebut terjatuh di jalan hingga kepalanya terluka. Perjalanan menuju masjid gagal. Ia harus dibawa kembali ke rumah untuk istirahat.
Sudah jatuh tertimpa tangga. Di rumah, laki-laki buta yang kini batok kepalanya terluka itu malah mendapatkan “semprot” dari istrinya.
“Beginilah akibatnya. Padahal, shalat jamaah itu tidak wajib!” sergah istrinya.
Selasa, 25 November 2014
Mungkin
saja Anda katakan: Bahwa ilmu-ilmu di balik ini semua begitu banyak,
seperti ilmu kedokteran, astronomi dan kosmologi, anatomi hewan, sihir,
ilmu-ilmu rajah dan lain sebagainya.
Namun,
sebenarnya apa yang telah kami isyaratkan dalam disiplin kitab ini merupakan
isyarat menuju (yang mengantar) pada ilmu diniyah (keagamaan), dimana hakikat
eksistensinya harus maujud di jagad raya, sehingga kita mudah mencapai jalan
menuju Allah Swt. sekaLigus memudahkan untuk pergi kepada-Nya. Sementara
ilmu-ilmu tadi hanyalah merupakan sejumlah ilmu belaka, namun mengetahuinya
tidaklah membawa kemaslahatan bagi hidup dan hari akhir. Karena itu, kami tidak
menyebutkannya, di balik ilmu-ilmu yang saya sebutkan sebagai ilmu-ilmu lain
yang diketahui interpretasinya dan banyak pula yang mengenalnya. Di sini tidak
perlu kita sebutkan.
Bahkan
saya katakan: Tampak di mata hati kami secara jelas, bahwa secara potensial ada
sejumlah ilmu yang tidak tampak dalam wujud, walaupun secara potensial manusia
mampu mencapainya. Dan sejumlah ilmu yang tampak dalam wujud sampai saat ini,
tetapi pada abad ini seluruh manusia di muka bumi tidak mengenalnya. Ada juga
sejumlah ilmu yang berada di luar jangkauan potensi pemikiran dan analisa
manusia, yang hanya bisa dicapai oleh para malaikat muqarrabun. Kemampuan
potensi anak cucu Adam memang terbatas. Sementara kemungkinan hak naluriah juga
terbatas, sampai pada taraf kesempurnaan secara idhafi (berkesinambungan).
Sebagaimana dalam hak binatang yang terbatas pada batas kekurangan.
Sedangkan
Allah Swt. merupakan Dzat yang tidak bisa dibatasi oleh struktur ilmu dalam
hak-Nya. Sementara ilmu kita berbeda dengan ilmu Allah yang haq. dalam dua hal:
Di satu pihak, tidak adanya pangkal ilmu terscbut, dan di lain pihak, bahwa
ilmu-ilmu tersebut tidak berada dalam hak potensi dan kemungkinan yang bisa
dianalisa eksistensi wujudnya. Bahkan, Dia eksistensi dengan wujud dan hadir.
Segala yang mungkin dalam hak-Nya dengan seluruh keparipurnaan-Nya, berarti
Hadir dan Maujud.
Langganan:
Postingan (Atom)















